Ada Passompa Lao Riidi Maneng, Salessurekku.

Selamat datang di blog ini. Tidak dilarang mengutip karangan pemilik blog ini, asalkan tetap mencantumkan alamat blog ini atau mohon pemberitahuan di kotak loket. Tabik ceddek.

Senin, September 15, 2008

Agustus dan Seorang Tua

: lempar kata aan dan dedy : bendera, radio, capung, baju baru, kolam renang, surat kabar lama, topi, lemari, kantong plastik, kartu nama.

Setiap kali agustus bertandang. Ia kibarkan bendera tua di depan gubuk kumuhnya. Ia kibarkan lagi selalu mimpi usang yang sangat sederhana. Sebagaimana tv dan radio memutar kembali. Kenangan manis itu. Menghentak-hentak nadi juangnya. Bangunlah. Bersatulah. Jayalah!

Setiap kali agustus bertandang. Ia akan berdiri di pinggir jalan. Menantang sengat mentari dan angkuh debu jalan. Demi menyaksikan pawai anak-anak sekolah. Dengan baju baru dan topi aneka hiasan. Ia lebarkan senyum. Teringat sukacitanya di masa muda.

Setiap kali agustus bertandang. Ia akan membuka lemari jati. Tempat ia menyimpan. Selembar surat kabar lama. Yang memuat gambar dirinya disalami presiden dan janji hari esok. Janji yang semakin tua semakin lupa. Semakin tak peduli. Tempat ia juga merawat sebuah kartu nama. Alamat yang kian bisu kian remang. Kian asing.

Setiap kali agustus bertandang. Ia berharap mendapat sepenuh kantong plastik yang selalu menemani punggungnya. Barang-barang bekas, harapan-harapan bekas. Untuk ia tukar dengan mimpi usang yang sangat sederhana. Tempat kembali yang amai yang damai. Yang tunai.

Agustus kali ini, ia hanya duduk bermenung di ujung pagi. Terbayang kolam renang. Yang dulu mengantarnya ke barak. Air yang tenang yang sejuk. Perasaannya kian sejuk. Perlahan ia bangkit. Dan dengan gegas ia melompat. Seperti seekor capung yang akan bertelur menjemput permukaan air. Di kali Ciliwung yang hitam yang sampah. Yang sepi. (15 Sept 2008)

0 komentar: