Di mana kini kau berada, sayang
Tak kutemui satu kata membayang
Sebentuk ruas ingatan tentangmu
Secercah celah tuk menemuimu
Apa kabarmu sekarang?
Semoga kau makin karang
Masihkah kau ingat aku?
Pencari yang mudah ragu
Maafkan bila kembali aku datang
Setelah sekian lama meradang
Dan mencoba menjauh berpaling
Hanya sejenak jiwa mengasing
Dari belantara bibir dan taring
Merenung akan pilihan jalan
Juga tujuan murni perjalanan
Agar kelak bisa lebih pandai
Memilih kata yang bergizi
Meski harus tertatih lama
Di atas duri dan tubir waktu
Kelak jika kau bertanya
Untuk apa aku menemuimu
Aku tak lagi bimbang mengaku
Sungguh, aku ingin mencintaimu
Sepenuh hati tanpa pamrih dan ragu
Dan kelak riuh suara-suara itu
Kan menjadi bara dalam tungku
Menghangatkan biru rindu
Masih bolehkah aku datang, sayang?
Jawablah sebelum petang berdentang
Membangunkan dingin yang telentang
(09 September 08)
Selasa, September 09, 2008
Kepada Sajak
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar