Kalender hampir lepas
tapi hari-hari ini tak lagi kulihat
wajahmu di koran-koran
Tak juga kudengar
suara pengamen atau televisi
menjajakan kisah-kisahmu
Apakah senyummu masih setia
menunggu pagi membawa sebait puisi
untuk bibir yang kian keriput itu?
Sementara aku hanya bisa menebak-nebak
arah yang tepat mengalamatkan rindu
sebab di sini hanya ada peta cinta buta
Kudoakan saja dari sepi yang jauh
semoga tahun depan kau tak lagi
bersedih, Mei.(16 des 2008)
Selasa, Desember 16, 2008
Apa Kabar, Mei?
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)
0 komentar:
Poskan Komentar